Dahsyat, Pengendali Hama Perusak Tanaman Telah Ditemukan

0
112

MEDAN-warta poldasu.com-Dahsyat, seorang peneliti lingkungan berhasil menemukan satu solusi dalam pengendalian hama yang selama ini banyak dikeluhkan masyarakat, khususnya para petani.

Bio Teknologi Fermentasi E 12, ternyata mampu mengusir, melumpuhkan bahkan membasmi sejumlah hama. Salah satunya adalah hama Ulat Grayak (Spodoptera litura dan frugiperda) pada jagung.

Dari hasil penelitian, hama jenis ini mampu merusak ribuan hektare tanaman jenis jagung hingga gagal panen. Dengan begitu, tentu para petani akan mengalami kerugian hingga miliaran rupiah.

Saat ini, Daerah-daerah penghasil tanaman Jagung seperti Kabupaten Karo dan Deliserdang dianjurkan untuk menggunakan temuan ini. “Pupuk Organik Cair E 12 Fertilizer dan Pengendali Hama E12” yang terbuat dari hasil fermentasi buah-buhan tanpa bahan kimia, dan  bersifat ramah lingkungan.

Pupuk ini, sebagaimana proses pengujian yang sudah dilakukan, terbukti dan mampu menghasilkan buah yang berkualitas dan berlipat ganda. Sebab, selain mengusir dan membasmi hama, penemuan ini juga mampu menyuburkan tanah, mengembalikan kesehatan tanah yang rusak akibat penggunaan pupuk kimia.

Pupuk organik cair E12 fertilizer dan E 12 pengendali hama hasil penemuan putra terbaik bangsa ini telah diuji di Laboratorium Institut Pertanian Bogor (IPB) bersama Kementerian Lingkungan Hidup RI serta Laboratorium Pusat Penelitian Kelapa Sawit (Rispa) Medan di lahan pertanian jagung di Desa Tanjung Anom Kecamatan Pancurbatu, Kabupaten Deli Serdang yang disaksikan oleh para Kelompok Tani, Petugas PPL dan POPT Dinas Pertanian Sumut, Tokoh Gapoktan Bapak Kamino dan Tim Bio Teknologi Fermentasi E 12 dimana hasil penggunaan E 12 fertilizer dan pengendali hama E 12 membuktikan bahwa hama ulat grayak, tidak berdaya dalam waktu 15-30 setelah digunakan. Hama-hama tersebut langsung keluar dari tanaman dan hilang atau mati karena dimakan burung, predator atau pemangsa lainnya tanpa merusak tanaman dan lingkungan disekitarnya.

Untuk diketahui, pengendali hama grayak ini (bukan membasmi dengan pestisida berbahan kimia karena melanggar Undang-Undang (UU) tentang Pengelolahan dan Lingkungan Hidup Nomor: 32 tahun 2009).

Sebelumnya, para petani, pengusaha pupuk, pemerintah daerah Propinsi Sumatera Utara, Pemerintah Pusat (Menteri Pertanian) dan para ahli Pertanian sudah  menggunakan pestisida/insektisida berbahaya untuk mengatasinya (hama) namun hasilnya tetap tidak sesuai yang diharapkan. Bahkan, hama-hama atau penyakit tanaman itu semakin berkembang/mewabah.

Namun, setelah Produk Bio Teknologi Fermentasi E12 (Pupuk organik E 12 dan hama pengendali E 12) hama pada tanaman palawija lainnya dan tanaman keras pun bisa digunakan.

Untuk Informasi dan testimoni yang telah berhasil dapat dilihat pada http://e12fermentasi.blogspot.co.id dan Office Jalan Mandala By Pass No. 108 AB Medan, Telp. 061-7365633. Ditulis oleh DR. (HC) Drs P. Sihotang, SE, Msi.

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here