Derita Asmara Terlarang Dan Obat Pencabut Nyawa

0
140
Foto-Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Hermindo Tobing dan Reskrim IPTU Philip Antonio Purba, sedang menginterogasi pelaku (baju kuning)/dms

MEDAN-Warta Poldasu-Kepolisian Sektor Kota (Polsekta) Medan Baru berhasil mengungkap ‘misteri’ dibalik kematian Yariba Laia (21) yang ditemukan tewas bersimbah darah saat melahirkan bayinya di Jalan Hasanuddin, Kelurahan Petisah Hulu, Kecamatan Medan Petisah, beberapa waktu lalu.

Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Hermindo Tobing didampingi Kanit Reskrim IPTU Philip Antonio Purba mengatakan, dari hasil pemeriksaan sementara korban meregang nyawa karena obat yang diminumnya.

“Korban ini mengandung anak pelaku. Usia kehamilannya sudah tujuh bulan. Nah, korban yang tidak mau menanggung malu meminta kepada pelaku membeli obat untuk menggugurkan kandungannya,”kata Kapolsek.

Setelah obat itu berhasil didapatkan, sambung Kapolsek, korban lalu mengkonsumsinya. “Yang jadi masalah adalah, dosis penggunaanya tidak melalui resep dokter. Sehingga, kuat dugaan obat yang dikonsumsi korban itu tidak sesuai dengan aturan pakai,”ujarnya.

Kapolsek menjelaskan, obat itu dibeli kekasih korban Meiman Jaya Hulu (20) warga Lewa-lewa, Boronadu, Kabupaten Nias melalui online senilai Rp1,1 juta. “Obat itu dipesan Meiman melalui online. Setelah didapat, korban kemudian mengkonsumsinya empat butir sekali makan,”sebutnya.

Akibatnya, masih kata Kapolsek, korban meregang nyawa walaupun obat tersebut belum habis dikonsumsi. “Ini obat keras, salah penggunaan resikonya sangat berbahaya,”terangnya.

Dalam kasus ini, tambah dia, kekasih korban (Meiman) dijerat dengan pasal 348 KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. “Dalam kasus ini, kekasih korban kita anggap turut serta membantu perbuatan korban. Karena itu, kita langsung mengamankannya dari tempat tinggalnya empat jam setelah kejadian itu,”tegasnya.

Sementara itu, kepada petugas, Meiman mengaku telah bersalah atas perbuatannya. “Aku salah pak, tak kusangka akan hubungan kami berakhir seperti ini,”katanya.

Menurutnya, hubungan keduanya telah terjalin sejak delapan bulan lalu.“Iya bang, kami pacaran dari bulan tujuh tahun lalu. Dia yang nyuruh aku beli obat itu bang, karena malu sama keluarga di kampung,” Jelas Meiman sambil berjalan menuju sel tahanan.(dms)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here