Saat Hendak Mancing Pekerja Hotel Temukan Mayat di Pinggir Pantai

0
469

WartaPoldasu.com, Sibolga-Albert Sihombing (42), seorang karyawan hotel tidak menyangka kalau benda yang ditemukannya saat hendak memancing di belakang Pulau Poncan adalah sesosok mayat, Kamis (28/9) sekira pukul 12.00 WIB. Mengetahui hal tersebut, dia buru-buru memanggil karyawan hotel lainnya dan melaporkan temuan tersebut ke Polres Sibolga.

Hal tersebut dikatakan Kapolres Sibolga AKBP Benny R Hutajulu dalam keterangan persnya yang disampaikan oleh Kasubbag Humas Iptu Ramadhan Sormin. “Ada 3 karyawan hotel yang menjadi saksi. Albert Sihombing, Paujan Silalahi dan Mahardi Sukamto. Ditemukan, saat mau mancing, diarah barat pantai pulau Poncan. Kemudian, dilaporkan kepada kita,” kata Sormin.

Saat ditemukan, kondisi mayat terlentang tanpa busana, sudah membusuk dan tidak utuh lagi dipinggir pantai. Kain yang melekat pada tubuh mayat hanya berupa kaos kaki warna hitam pada kedua kakinya. Diperkirakan berjenis kelamin laki-laki. “Belum diketahui identitasnya. Karena memang tidak kita temukan apapun. Umurnya berkisar 35 tahun. Kondisinya sudah tidak utuh lagi. Ususnya sudah keluar, alat kelamin sudah gak ada lagi dan bagian kepala sudah tinggal tengkorak,” ungkapnya.

Selanjutnya, petugas langsung mendatangi tempat kejadian. Kemudian mengevakuasi ya ke rumah sakit FL Tobing untuk dilakukan visum. “Masih dalam proses penyelidikan,” pungkasnya.

Sementara, Tigor Tambunan, Humas RSU FL Tobing yang dikonfirmasi di depan ruang jenazah membenarkan penemuan mayat Mr. X tersebut. Meski belum mengetahui identitasnya, pihaknya masih memberikan waktu sekitar 3 hari ke depan. Menunggu, ada keluarga yang menjemput jenazah. “Paling 3 harilah kita tunggu. Siapa tahu ada keluarganya yang datang. Gak mungkin langsung kita kebumikan,” kata Tigor.

Lewat dari waktu tersebut lanjutnya, pihaknya akan menyerahkan jenazah ke dinas sosial untuk dikebumikan layaknya manusia. “Terpaksa kita kebumikan, kalau ternyata tidak ada keluarganya. Melalui dinas sosial lah nanti,” ketusnya.

Menurutnya, mayat sudah ada sekitar 1 bulan berada didalam air. Hak tersebut dilihat dari kerusakan tubuh mayat tersebut. “Ini gak seminggu lagi, sudah ada 1 bulan ini. Kalau melihat kondisinya yang sudah membusuk dan banyak bagian tubuh yang sudah hilang,” pungkasnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarganya, silahkan datang untuk mengenali tanda-tanda pada tubuh jenazah. “Dari tanda-tanda lahir, bentuk gigi bisa dilihat. Siapa tahu anggota keluarga yang hilang,” imbuhnya.

Amatan, hingga sore hari, baru ada 1 keluarga yang datang untuk mencek jenazah yang telah dimasukkan kedalam kantong jenazah. Mereka mengaku kehilangan salah seorang anggota keluarganya sekitar 1 tahun yang lalu. Namun, setelah melihat tubuh jenazah, mereka memastikan kalau itu bukan anggota keluarga yang mereka cari.

Sementara, muncul beberapa tanggapan dari warga yang mengetahui penemuan mayat. Ada yang menduga kalau pria malang tersebut adalah korban pembunuhan. Dilihat dari kondisinya yang tanpa busana namun mengenakan sepasang kaos kaki pada kakinya. “Bisa jadi dibunuh. Coba aja, telanjang, gak ada sehelai benang pun ditubuhnya. Tapi pakai kaos kaki. Masa ada orang telanjang tapi pakai kaos kaki,” kata seorang pria menduga.

Namun, seorang lagi menyebut kalau pria naas tersebut bisa saja seorang nelayan atau penduduk pinggir pantai yang terpeleset hingga terjatuh ke laut. “Nelayan yang terjatuh pun, bisa saja. Terdampar ke pantai. Atau warga pinggir pantai,” ketusnya. (Abu)